Jumat, 27 November 2015

Wahai Engkau



Calon Istriku
Jika suatu saat aku nikahi dirimu, itu karena aku yakin dan percaya bahwa engkau bisa menjadi penghubung antara aku dengan Tuhanku. Sehingga aku akan lebih dekat dan lebih taat dengan-Nya. Dan aku yakin ketika engkau menerima diri ini, Engkaupun percaya, bahwa diri ini bukan hanya sekedar menjadi suami tapi juga bisa menjadi imam yang menunjukan jalan yang baik di dunia dan akherat, serta mampu menjadi panutan bagi ana-anak kita kelak.
Dalam kehidupan di dunia ini, selalu ada cerita yang terkadang cerita itu akan membuat kita sedih, putus asa dan merasa bimbang bahkan membuat kita kecewa, namun terkadang cerita itu juga akan membuat diri kita bahagia serta gembira. Adakalanya, cerita itu berasal dari diriku dan adakalanya cerita itu juga datang dari dirimu. Tidak ada hal yang bisa menyelamatkan kita berdua, kecuali kita saling memahami, mengerti tugas dan peran kita masing-masing, sesuai petunjuk Allah yang telah diturunkan kepada Muhammad SAW, serta apa-apa yang telah dicontohkan oleh Beliau, bukan sesuai petunjuk dari ego kita masing-masing, yang terkadang terpengaruhi oleh hawa nafsu yang begitu kuat.
Aku sadar, tak ada yang sempurna dari diri ini dan tak ada yang sempurna dari dirimu pula, karena kesempurnaan hanyalah milik-Nya. Maka,... mintalah kepada Allah atas segala apa yang akan terjadi dalam kehidupan kita nanti. Minta...,minta...minta Allah mengajarkan kepada kita bagaimana kita bisa mencintai kekurangan satu sama lain, karena disitulah Allah telah mengatur sedemikian rupa, sehingga kita dipersatukan agar kita saling menutupi kekurangan yang kita miliki. Bukan sekedar mencintai kelebihan satu sama lain karena ternyata kita tau dan merasakan bahwa yang sering menjadi sumber masalah adalah kekurangan yang ada di dalam diri, bukan karena  kelebihan yang kita miliki.
Engkau do’akan saja diriku dan akupun akan do’akan dirimu, lalu kita berdua bersama bersujud dan berdo’a, semoga Allah SWT menyelamatkan kita, hati kita, niat kita dari segala macam bisik rayuan setan yang bisa menyesatkan jalan kita, dan kita berharap bahwa kita bukan hanya bersama-sama sebagai keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah didunia ini, tetapi kita juga akan bersama-sama di akhirat nanti. Semoga Allah jadikan engkau bidadariku bukan hanya bidadari dunia, tapi juga Allah jadikan engkau bidadari surga ku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar