Sabtu, 28 Maret 2015

Love Letter to ALLAH

Ya Allah…
Aku yakin Engkau pasti mendengar
Mendengar keluhanku ini
YA Allah…
Ku yakin Engkau melihat
Melihat apa yang sebenarnya terjadi
Ya Allah…
Ku yakin Engkau merasakan
Merasakan sakit yang hamba derita
Ya Allah…
Aku duduk bersimpuh di depan pintu-Mu
Meminta kepada-Mu
Mengemis kepada-Mu
Menangis di depan pintu-Mu
ya Allah…
Masih bolehkah aku yang berlumuran dosa ini
yang hina ini
yang selalu lalai ini
yang munafik ini
untuk berharap agar engkau menolongku, dan untuk yang kesekian kalinya.
Ya Allah…
Jujur, aku malu mengatakannya.
Ya Allah….
Aku tersesat
Aku pura-pura, pura-pura bersifat baik, pura-pura menyuruh kebaikan, pura-pura mendengar, pura-pura mengerti, padahal aku tak ubahnya seperti orang yang kehausan, kelaparan, kepanasan, kedinginan.
Ya Allah…
Pada-Mu kucurhat
Pada-Mu kuhempaskan segalanya
Dan pada-Mu jua aku berkeluh kesah
Tuhan…
Kumohon Engkau mengerti.
Ya Allah…
Masukkan aku kedalam umat Muhammad
Masukkan aku kedalam golongan hamba-hamba-Mu
Masukkan aku kedalam golongan kekasih-Mu
Masukkan aku kedalam golongan orang yang menyeru dijalan-Mu
Ya Allah…
Jangan lupa sampaikan shalawat dan salamku pada kekasih-Mu dan kekasihku.
Bilang sama beliau aku merindukannya
Bilang sama beliau, aku iri sama Abu Bakr, Umar, Utsman, dan Ali. Karena mereka  bisa hidup berdampingan dan bisa menjadi pelindung bagi beliau.
YA Allah…
Bisakah aku nanti dapat hidup berdampingan dengan kekasihku dan kekasih-MU kelak di syurga?
Ya Allah…
jadikan hidupku berguna, bagi diriku sendiri, bagi orangtuaku, bagi keluargaku, bagi guruku, bagi sahabat-sahabatku, bagi tetanggaku dan bagi semua yang hidup di  dunia ini serta bagi orang yang  pernah hidup di dunia ini
 YA Allah…
Berilah kami cahaya-Mu, petunjuk-Mu, maghfirah-Mu, dan berilah apa yang terbaik bagi kami semua.
Tuhan…
Aku jujur  pada-Mu
Aku masih menggumi selain-Mu
Bolehkah hal itu terjadi?
Ya Allah…
Tolong jangan hukum kita berdua karena kesalahanku
Berilah perlindungan padanya, jagalah dia, terangilah hatinya, tetapkaan dia
Ya Allah…
Dia itu hamba-Mu yang shalihah
Jangan biarkan syetan menjeratnya
Jangan biarkan orang yang haram menyentuhnya
Jagalah kesuciannya
Ya Allah….
Sekali lagi aku malu mengatakannya
Sampaikan salam padanya dan keluarganya.
YA Allah….
Ini kata-kata terakhir dari sepucuk suratku
Dan aku mohon engkau menerimanya
YA Allah…
I love you
Allah…
We love you

Tidak ada komentar:

Posting Komentar