Minggu, 15 Maret 2015

Senandung Anak Dataran Tinggi

Untuk kesekian kalinya aku katakan rindu dengan senandung nanyian alam yang membuat kakiku tertatih-tatih saat berkejar-kejaran dengan nafas yang tersengal-sengal. Aku rindu bersenda dengan Alam disekitarku, aku rindu bersenandung diatas bukit bersama kicauan-kicauan burung yang begitu merdu.
Aku rindu betapa gemercik dan jernihnya air yang ku lalui hingga membasahi kakiku dengan begitu segarnya. Belum lagi semilirnya angin yang berhembus yg ditemani dinginya suasana di pagi hari, hingga membuatku terperanjak dari lelapnya peraduan ku.
Betapa rindunya hatiku untuk menatap lampu kota di dataran rendah dari sebuah ketinggian. Aku rindu duduk diatas puncak sambil bersenda gurau menikmati kehidupan. Aku rindu nyanyian alam yang selalu mengklabuhi pendengaran. Aku rindu kampung halaman, memang tak ada hari ku untuk merindukan kampung di sebuah ketinggian dimana tempatku di lahirkan.

''we love pringanamba''

Tidak ada komentar:

Posting Komentar